Author: TIM SJB Genre: , , , ,
Rating

Renungan Minggu Biasa XVII Tahun A

Matius 13: 44-52

Download1

Bacaan Injil pada Hari Minggu ke-17 ini, masih berbicara seputar  hal Kerajaan Allah. Kalau kita melihat dalam konteks yang lebih luas dari ayat Matius 13:44-52, maka dalam Matius 13, kita menemukan adanya tujuh perumpamaan tentang Kerajaan Surga, yang terdiri dari: (a) perumpamaan tentang seorang penabur, (b) perumpamaan tentang lalang di antara gandum, (c) perumpamaan tentang biji sesawi, (d) perumpamaan tentang ragi, (e) perumpamaan tentang harta terpendam, (f) perumpamaan tentang mutiara yang indah, (g) perumpamaan tentang pukat.

Dalam perumpamaan tentang seorang penabur yang menaburkan benih ke pinggir jalan, tanah berbatu, semak berduri dan tanah yang subur, Kristus ingin menunjukkan kondisi. Kondisi yang memungkinkan seseorang menerima Kerajaan Surga adalah dengan menjadikan diri kita untuk menjadi tanah yang gembur, sehingga Sabda Allah dapat bertumbuh dan berbuah seratus kali, enam puluh kali atau tiga puluh kali lipat. Dalam perumpamaan tentang lalang di antara gandum, Kristus ingin menekankan bahwa kondisi yang baik agar Sabda Allah bertumbuh tidaklah cukup, namun diperlukan sikap yang senantiasa berjaga-jaga. Perumpamaan tentang biji sesawi dan ragi menunjukkan kekuatan dan keefektifan Kerajaan Allah, yaitu dapat bertumbuh sangat pesat dan luar biasa mulai dari hal yang sangat kecil. Perumpamaan tentang harta dan mutiara menunjukkan harga yang harus dibayar untuk memperoleh Kerajaan Surga. Dan akhirnya perumpamaan tentang pukat mengulangi perumpamaan tentang lalang di antara gandum, yang menceritakan akhir zaman, di mana para malaikat akan memisahkan yang jahat dari yang  baik/benar, serta memberikan hukuman bagi orang yang jahat di neraka dan memberikan anugerah keselamatan bagi umat Allah yang setia sampai akhir.

Dengan demikian, maka kita melihat bagaimana tujuh perumpamaan tentang Kerajaan Surga memberikan gambaran akan kondisi, syarat, kekuatan dan keefektifan, harga yang harus dibayar, dan kebahagiaan yang didapat atau penderitaan kalau tidak mendapatkannya. Ketujuh perumpamaan ini sungguh luar  biasa dan melengkapi satu sama lain, sehingga umat Allah semakin disadarkan bahwa Allah sungguh-sungguh menginginkan agar semua manusia dapat memperoleh kebahagiaan sejati di Surga dan memperoleh pengetahuan sejati akan kebenaran.

Pst. Maman Suparman, OSC

Leave a Reply


  • Paroki St. Laurentius
  • Paroki St. Laurentius
  • Sekretariat Paroki St. Laurentius