Author: TIM SJB Genre: , , , ,
Rating

Merdekakan Saudaramu

Mat 22:15-21

 Download1

Suasana hari-hari belakangan ini sungguh lain dari hari-hari biasanya. Mungkin juga suasana hati kitapun tidak seperti biasanya. Hari ini merupakan hari penuh kenangan. Hari ini, mestinya kita sadar bahwa untuk sampai pada hari ini ada seribu satu korban yang telah dipersembahan sebagai harga yang harus dibayar; anak-anak kehilangan ayah; para ibu kehilangan suami dan bangsa ini kehilangan putera-puteri terbaiknya.

Enam puluh sembilan tahun yang silam; dalam pekik teriakan merdeka, bangsa kita menyatakan diri sebagai bangsa yang bebas; bebas dari ketakutan, bebas dari penindasan, bebas mengekspresikan diri, bebas mengatur diri, bebas menentukan masa depan dan harga diri sebagai suatu bangsa.

Enam puluh sembilan tahun yang silam, dalam pekik teriakan merdeka, kita menyatakan diri sejajar dengan bangsa-bangsa lain; punya harkat dan martabat yang sama; satu nusa, satu bangsa, satu bahasa.

Hari ini pun pekik teriakan merdeka masih terus membahana. Tetapi apa arti pekik teriakan merdeka itu bagi kita sekarang ini? Jaman dulu jelas artinya. Teriakan merdeka terasa amat sakral dan penuh makna. Tapi jaman sekarang rasanya pekik teriakan merdeka itu seperti sebuah selebrasi tanpa kesakralan, suatu selebrasi omong kosong tanpa suatu penghayatan, suatu selebrasi kata semata. Lalu kiranya hendak diartikan apa pekik teriakan merdeka itu kalau kita mencermati situasi saat ini.

Injil hari ini mengajak kita kembali untuk melihat bahwa kemerdekaan itu bukan kebebasan untuk menuntut atau berbuat sesuka hati tetapi kebebasan untuk memberi. “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”  (Mat 22:21)

Diinspirasikan oleh ajaran Tuhan tersebut, marilah kita membangun niat untuk berbuat sesuatu yang baik dan berguna bagi negara atau masyarakat. Berbuat sesuatu untuk Negara dan orang lain bukan menuntut sesuatu dari Negara dan orang lain untuk diri sendiri.

Sebagai manusia, ciptaan Allah, kita semua dianugerahi kebebasan penuh oleh Allah, dan hendaknya kita tidak menyalahgunakan kebebasan ini untuk hidup seenaknya alias melakukan kejahatan-kejahatan dalam bentuk apapun, termasuk juga ‘melidungi atau menyelubungi kejahatan-kejahatan’. “Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, abdi-mengabdilah satu sama-lain dalam cinta kasih”. Disnilah letak panggilan kemederkaan bagi kita sesungguhnya. Merdekakan hidup saudaramu. Semoga Allah memberkati kita. Amin

Pst. Maman Suparman, OSC

Leave a Reply


  • Paroki St. Laurentius
  • Paroki St. Laurentius
  • Sekretariat Paroki St. Laurentius